Temui Masyarakat Adat Akunbos: Tradisi dan Cara Hidup Mereka
Terletak di pegunungan terpencil Akunbos, terdapat komunitas masyarakat adat yang cara hidupnya tidak berubah selama berabad-abad. Masyarakat Akunbos, yang juga dikenal sebagai “Penjaga Pegunungan”, tetap mempertahankan tradisi dan adat istiadat mereka meskipun ada gangguan modernitas.
Masyarakat Akunbos dikenal dekat dengan alam dan sangat menghormati tanah. Mereka percaya bahwa gunung itu suci dan roh nenek moyang mereka bersemayam di puncaknya. Oleh karena itu, mereka memiliki aturan dan pantangan yang ketat mengenai penggunaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan.
Salah satu tradisi terpenting masyarakat Akunbos adalah festival panen tahunan, di mana mereka mengucapkan terima kasih kepada tanah dan roh yang telah menyediakan makanan dan rezeki bagi mereka. Selama festival ini, masyarakat berkumpul untuk berpesta, menari, dan melakukan ritual adat untuk memastikan panen melimpah di tahun mendatang.
Masyarakat Akunbos juga memiliki tradisi lisan yang kaya, dengan cerita dan legenda yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kisah-kisah ini sering kali berkisar pada eksploitasi nenek moyang mereka, yang dikatakan telah melawan penjajah dan melindungi tanah mereka dari bahaya. Para tetua masyarakat bertanggung jawab untuk melestarikan cerita-cerita ini dan mewariskannya kepada generasi muda.
Dalam hal mata pencaharian, masyarakat Akunbos pada dasarnya adalah petani subsisten yang menanam tanaman seperti jagung, kacang-kacangan, dan ubi jalar di lereng pegunungan yang subur. Mereka juga beternak, seperti kambing dan ayam, untuk diambil daging dan produk susunya. Berburu dan meramu juga merupakan sumber makanan penting bagi masyarakat.
Meskipun lokasinya terpencil, masyarakat Akunbos berhasil mempertahankan rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat. Mereka bekerja sama untuk membangun rumah, merawat tanaman, dan melindungi tanah mereka dari ancaman luar. Di saat-saat sulit, seperti kekeringan atau kelaparan, masyarakat bersatu untuk saling mendukung dan memastikan tidak ada orang yang kelaparan.
Namun, cara hidup tradisional masyarakat Akunbos terancam oleh modernisasi dan globalisasi. Perambahan oleh perusahaan penebangan kayu dan operasi penambangan telah menyebabkan penggundulan hutan dan polusi di pegunungan, sehingga mengancam keseimbangan ekosistem. Selain itu, generasi muda semakin tertarik pada daya tarik kota, meninggalkan cara hidup tradisional untuk mencari peluang yang lebih baik.
Meskipun terdapat tantangan-tantangan ini, masyarakat Akunbos tetap teguh dalam komitmennya untuk melestarikan tradisi dan cara hidup mereka. Mereka terus menolak pengaruh luar dan berusaha melindungi tanah dan budaya mereka untuk generasi mendatang. Sebagai “Penjaga Pegunungan”, mereka berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya hidup selaras dengan alam dan menghormati roh tanah.
